Ini Daftar Nama Korban Tabrakan Bus vs Travel Tewaskan 5 orang di Banyuwangi

Kecelakaan maut melibatkan bus dan mobil travel terjadi di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Minggu (4/1) pukul 03.00 QIB. Akibat tabrakan maut ini, lima orang meninggal dunia, dan puluhan penumpang luka-luka.

Penumpang luka ringan dan berat ujar AKP Amar, masih dalam perawatan di Puskesmas Wongsorejo.

“Tiga penumpang meninggal dunia pertama, yaitu 1 supir travel, 2 penumpang. Supir dan penumpang di depan tergencet badan mobil jenis L 300. Dua anak meninggal di puskesmas wongsorejo,” ungkap Kasatlantas Banyuwangi, AKP Amar Hadi seperti dikutip detikcom.

Polisi terus melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan mobil travel L300 DK 1624 DS dengan Bus Setiawan AG 7192 UA di tikungan Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo.

Mobil travel yang disopiri oleh Kusnadi warga Desa Pesanggaran, Kecamatan Jangkar, Situbondo ini, sebelum menabrak bus terlihat oleng. Dan saat menyalip kendaraan yang tidak diketahui identitasnya, mobil travel ini berjalan tak terkendali.

“Dugaan sementara sopir ngantuk. Saat menyalip tidak melihat kondisi jalan. Dan berpapasan langsung dengan bus. Mobil sudah tidak terkendali,” ujar Kanit Laka Polres Banyuwangi Iptu Sumono.

Menurutnya, saat ini pihak? masih menunggu pemeriksaan dari sopir bis yang saat ini masih di rawat di RSUD Blambangan.

Sementara itu, Mariono sopir bus Setiawan mengaku tidak menyangka mengalami kejadian ini. Menurutnya, setelah tikungan Desa Bengkak, Wongsorejo, dirinya mengendarai bus dengan kencang. Lalu tanpa disadari sudah ada mobil travel L300 di depannya.

“Sebelumnya sudah saya lihat mobil travel ini ugal-ugalan di jalan. Baru setelah nyalip mobil, tiba-tiba sudah ada di depan saya,” ujarnya saat ditemui detikcom di IRD RSUD Blambangan.

Menurutnya, sebelum terjadi kecelakaan, Mariono mengaku sudah mencoba menghidar dengan membanting setir ke kanan. Namun mobil travel L300 justru mengikuti. Dan akhirnya tabrakanpun tak bisa dihindari.

“Saya mencoba banting setir ke kanan tapi travelnya malah ikut ke kanan, ya sudah tabrakan,” pungkasnya.

Hingga kini sopir bus dan beberapa korban di mobil L300 masih dirawat di RSUD Blambangan Banyuwangi. Sopir bus mengalami luka lantaran terbentur stang setir.

Berikut ini nama-nama korban tewas dan luka Tabrakan Bus vs Travel :

Korban tewas:

  1. Kusnadi (45) (supir travel asal Situbondo)
  2. Mardiyah (69) penumpang travel Warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep
  3. Munawali (35) penumpang travel Warga Desa Jambusok Kec Gayam Sumenep
  4. Afri Farika (16) penumpang travel Warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep
  5. Ismiyah Nur Afifa (16) penumpang travel Warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep

Korban luka berat:

  1. Dedi Effendi warga Desa Brakas Kec Padas Sumenep
  2. Kiki (16) warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep
  3. ?Ratna Wiyah (35) warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep
  4. Dara (10) warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep
  5. Riwayat (27) warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep
  6. Jamilah (25) warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep
  7. Ija Vela (14) warga Desa Mojosari Kec Asembagus Situbondo
  8. Aminah (41) warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep
  9. ?Misnawi (32) warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep
  10. Asnawiya (35) warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep
  11. Ahmad Nurullah (16) warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep
  12. Ridwan (25) warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep
  13. Ahmad Bayakik (16) warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep
  14. Korban luka ringan
  15. Erlina (4) warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep
  16. Yuspin (10) warga Desa Bilis-Bilis Kec Arjasa Sumenep

Korban luka dari Bus Setiawan

  1. Mariyono (44) supir bus warga Desa Karangsuko, Kecamatan Trenggalek Kab Trenggalek

Cara Memasang Counter Hit Artikel

instal plugin Wp-Post View , saat ini Version 1.69 | By Lester ‘GaMerZ’ Chan. setelah di instal klik menu setting > PostView

Count Views From: silahkan pilih everyone, guest only, registered user only

Views Template: Dibaca : %VIEW_COUNT% Kali

lain nya biarkan default. kemudian klik Save Changes

jika belum muncul di artikel, silahkan edit single.php  Appearance > editor > pilih yang single.php

tambahkan script <?php the_views(); ?> dibawah judul / title posting. klik save, dan refresh postingan anda

Inilah Kendaraan dan Peralatan Canggih Pencari Air Asia QZ8501

Berbagai peralatan dan kendaraan canggih diterjunkan untuk proses evakuasi penumpang dan pencarian pesawat Air Asia QZ8501 yang hilang kontak pada Minggu (28/12). Peralatan dan kendaraan canggih tidak datang dari Indonesia, namun juga dari negara lain seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Berikut peralatan dan kendaraan canggih pencari Air Asia QZ8501:

USS Sampson dan USS Fort Worth

USS Sampson dan USS Forth Worth adalah kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat yang diterjunkan untuk mencari dan mengevakuasi korban jatuhnya Air Asia QZ8501. Bahkan, USS Sampson sudah berhasil menemukan 21 jenazah dari total 30 jenazah yang berhasil dievakuasi.

USS Sampson adalah kapal kelas destroyer yang berfungsi untuk memimpin operasi pencarian ataupun perperangan laut. Kapal dengan panjang 150 meter dan lebar 20 meter ini dibekali dengan berbagai macam senjata berat mulai torpedo MK50, tabung triple torpedo MK22 , peluncur misil vertikal MK41, hingga misil Tomahwak. (Baca: KRI Banda Aceh Menuju Lokasi Ekor Air Asia)

Sementara itu, USS Forth Worth masuk dalam kelas freedom. Kapal perang kelas freedom berfungsi untuk melakukan pencarian dan perperangan di laut dangkal atau littoral zone. Kapal dengan panjang 118 meter ini juga dipersanjatai dengan torpedo MK50, senjata mesin MK110, dan dua senjata kaliber 50.

MV Swift Rescue

Untuk pencarian dalam laut, kendaraan jenis MV Swift Rescue diterjunkan dalam operasi pencarian dan evakuasi korban Air Asia QZ8501. Adapun pemerintah Singapura-lah yang menerjunkan unit ini.

MV Swift Rescue, yang memiliki panjang 85 meter dan lebar 18,3 meter, kerap digunakan untuk operasi penyelamatan bawah laut. Ini karena kapal berkapasitas 27 orang ini memiliki submergence rescue vehicle yang berfungsi untuk melakukan penyelamatan bawah laut atau evakuasi kru kapal selam yang mengalami kerusakan.

SH60 Sea Hawk

Selain kapal, Angkatan Laut Amerika Serikat juga menerjunkan helikopter untuk membantu pencarian dan evakuasi korban Air Asia QZ8501. Helikopter yang dikirim adalah SH 60 Sea Hawk, modifikasi dari UH60 Black Hawk.

Sea Hawk adalah helikopter berjenis multimission maritime helicopter. Helikopter ini memiliki berbagai fungsi dalam operasi-operasi maritim selain perperangan di laut seperti search and rescue serta evakuasi. Daya jelajah helikopter ini mencapai 600 km dengan kecepatan 180 knot.

KRI Bung Tomo, Aceh, Purworedjo

Sebelum Amerika datang dengan USS Sampson dan USS Fort Worth, pemerintah Indonesia juga menerjunkan kapal perang. Beberapa di antaranya adalah KRI Bung Tomo, Aceh, dan Purworedjo.

KRI Bung Tomo adalah kapal perang jenis korvet yang biasa digunakan sebagai kapal patroli untuk melakukan operasi sergap dan serbu secara mandiri. Dan, sebagai kapal perang, Bung Tomo pun juga dilengkapi dengan berbagai sensor serta senjata seperti tabung triple torpedo dan peluncur misil Exocet MM40.

Berbeda dengan KRI Bung Tomo, KRI Banda Aceh masuk kelas landong platform dock. Fungsinya, untuk membawa kendaraan-kendaraan militer yang akan diterjunkan ke darat nantinya.

Remote Operated Vehicle (ROV)

ROV merupakan robot pencari bawah laut sepanjang 50 cm yang dilengkapi sonar dan kamera. ROV, yang bisa turun hingga kedalaman 100 meter, digunakan untuk mencari objek bawah laut

Saat diturunkan, ROV akan mengeluarkan sonar untuk mendeteksi keberadaan benda di sekitarnya. Jangkauan sonar mencapai radius 60 meter. Bila sonar mendeteksi adanya benda padat tertentu, alat tersebut akan mengeluarkan bunyi yang berbeda-beda tergantung material benda.

KRI Bung Tomo-357, difoto dari Heli Bell 412 EP TNI AL, saat pencarian dan evakuasi korban jatuhnya AirAsia QZ8501, di Laut Jawa – Selat Karimata, 1 januari 2015/Eric Ireng/Antara

Rumah Panglima TNI ditabrak Pajero

Sebuah mobil Mitsubishi Pajero menabrak pagar rumah di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Rumah tersebut berada di seberang kediaman dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla yaitu tempat tinggal Panglima TNI.
Mobil tersebut melaju dengan kencang hingga lepas kendali.

“Ya begitu informasinya,” ujar salah satu petugas TMC Polda Metro yang dikutip Merdeka, Sabtu (03/01/2015)).

Pengemudi Mobil Mitsubishi Pajero yang menabrak rumah Panglima TNI di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat diketahui seorang remaja pria. Dalam insiden itu, pengemudi mengalami luka ringan.

“Sekarang dibawa ke RSIA Bunda di Menteng,” ujar petugas unit Laka Lantas Polres Jakarta Pusat Aiptu Tusiman kepada merdeka.com, Sabtu Minggu (04/01/2014) dini hari.

Pengemudi tersebut belum diperiksa lebih lanjut. Namun, mobil Pajero itu telah dibawa ke Unit Laka Lantas Polres Jakarta Pusat di Lapangan Banteng.

Lulusan Pesantren Bisa Kuliah di PTN, Tanpa Ujian Penyetaraan

Sebuah kabar gembira bagi lulusan lembaga pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes). karena saat ini lulusan Ponpes kini bisa melanjutkan ke pendidikan formal, seperti perguruan tinggi tanpa ada ujian penyetaraan.

Hal ini dimungkinkan setelah terbit Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam dan PMA No. 18 Tahun 2014 tentang Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren.

“Lulusan Pendidikan Diniyah Formal bisa melanjutkan ke manapun sesuai standar nasional. Misalnya, ke Madrasah, ke perguruan tinggi dan sebagainya,” terang Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Jatim, Husnul Maram ditemui saat peringatan Hari Ulang Tahun Kanwil Kemenag Jatim, Sabtu (03/01/2015) kemarin.

PMA 13/2014 menyebutkan, ada tiga macam pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, yaitu pendidikan formal, pendidikan nonformal dan pendidikan informal.

Pendidikan Diniyah Formal (PDF) diselenggarakan di pesantren dan berjenjang. Saat ini ada PDF yang setara dengan SD, SMP dan SMA/SMK.

Tidak hanya itu, ketentuan ini juga membolehkan siswa dari Sekolah Umum/Madrasah untuk masuk di PDF. Syaratnya, siswa tersebut mampu membaca Kitab Kuning.

Diakui Husnul, PDF tak ubahnya pendidikan formal lainnya. Mata pelajarannya pun sama, diantaranya Bahasa Indonesia, PKN dan mata pelajaran lain yang ikut ujian nasional.

Pelajaran ini ditambah dengan muatan keagamaan seperti Tauhid, Akhlak, Fiqh, Bahasa Arab dan sebagainya. “PDF ini akan diefektifkan mulai 2015,” tambah Husnul seperti dikutip TribunNews.

Ponpes ini tidak mengikuti kurikulum Kemendikbud tetapi sesuai dengan kekhasan pesantren yang berbasis Kitab Kuning. Meski demikian, alumni Pondok Pesantren Muadalah dapat diterima di perguruan tinggi luar negeri. ”Dengan begini, Pondok Pesantren bisa diterima di mana saja,” tegasnya.
Saat ini beberapa Ponpes telah menerapkan PDF, diantaranya Ponpes Al Fitroh di Surabaya, Lirboyo dan Nurul Qodim. Selain PDF, PMA No.18 Tahun 2014 juga menjelaskan tentang Pondok Pesantren Muadalah.

Ini Jawaban Resmi AirAsia Terkait Laporan Cuaca BMKG

Indonesia AirAsia akhirnya memberikan keterangan resmi soal laporan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dikabarkan telat diambil oleh AirAsia.

Seperti diberitakan sebelumnya, BMKG Juanda menyebutkan selama ini maskapai AirAsia tidak pernah mengambil laporan cuaca yang merupakan prosedur wajib dalam regulasi penerbangan baik nasional maupun internasional.

Sunu Widyatmoko, Presiden Direktur Indonesia AirAsia, mengatakan AirAsia sangat memperhitungkan dan berhati-hati dalam melakukan evaluasi terhadap laporan cuaca dari BMKG, sebelum setiap penerbangan dioperasikan. (Baca juga: Menteri Jonan Marahi Direktur AirAsia)

“Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengirim laporan cuaca tersebut dalam bentuk surat elektronik sebanyak empat kali dalam satu hari kepada unit Operation Control Center AirAsia Indonesia untuk keperluan penerbangan,” kata Sunu dalam keterangan tertulisnya kepada Tribunnews.com. Jumat (2/1/2015).

Dokumen laporan cuaca itu diterima oleh Operation Control Center di seluruh hub Indonesia AirAsia yakni Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, dan Denpasar, lalu dicetak dan dibawa terbang oleh pilot. Setelah itu, Indonesia AirAsia memperoleh dan membagikan kepada pilot dokumen laporan cuaca itu dari sumber yang sama dengan versi cetak atau hard copy, yang dapat diambil di Stasiun Meteorologi.

“Laporan cuaca dari surat elektronik diterima berwarna sehingga lebih mudah bagi pilot untuk membacanya dibandingkan dengan dokumen hitam putih apabila diambil di Stasiun Meteorologi,” katanya.

Apa yang dilakukan Indonesia AirAsia terkait dengan dokumen laporan cuaca ini juga sudah lazim dilakukan oleh maskapai-maskapai global. (Baca juga: Menteri Jonan Dapat Surat Terbuka dari Penerbang)

Dudi Sudibyo, Pengamat Penerbangan, mengatakan tidak mungkin pilot terbang tanpa laporan cuaca yang diperoleh dari BMKG dan website internasional, karena itu merupakan salah satu syarat pilot untuk terbang.

Dudi mengatakan, seingat saya laporan cuaca di BMKG itu bisa diunduh masing-masing oleh maskapai yang beroperasi dan tidak harus datang ke kantor BMKG. “Kalau soal kabar AirAsia telat ambil data laporan cuaca hari itu, mungkin saja laporan cuaca tersebut bakal digunakan AirAsia untuk penerbangan berikutnya.”

“Tapi yang harus kita pahami, semua pihak termasuk regulator jangan mengambil simpulan terlebih dahulu sebelum hasil penyelidikan dikeluarkan oleh KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi),” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid, mengatakan berdasarkan laporan Kepala BMKG Kepada Menteri Perhubungan (Ignasius Jonan), bahwa memang AirAsia tidak mengambil (Dari BMKG di Sidoarjo) data cuaca sebelum terbang.

Lebih lanjut dia menjelaskan, AirAsia baru mengambil data cuaca BMKG pukul 07.00 WIB setelah pesawat QZ8501 resmi dinyatakan hilang pada pukul 07.55. Ada pun, pesawat tersebut berangkat dari Bandara Juanda pada pukul 05.36

Menkominfo Restui Operator Selular Naikkan Tarif Layanan Data

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mempersilahkan jika operator seluler berencana menaikan tarif layanan datanya memasuki era mobile 4G LTE tahun ini. Ia mengingatkan provider agar tidak menjual tarif di bawah harga produksi untuk menarik pelanggan.

“Operator jangan juga menjual di bawah harga produksi. Kalau begitu, dan masyarakat inginnya harga murah-murah terus, bersiaplah dapat kualitas yang tidak bagus,” kata Rudi di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Jumat (2/1/2015).

Mantan komisaris Indosat ini juga menyampaikan bahwa Pemerintah tidak akan mengeluarkan kebijakan yang menetapkan tarif minimum atau floor price. Menurut dia, pemerintah kini mendorong persaingan antar operator seluler, agar masyarakat punya lebih banyak pilihan.

“Yang akan kita dorong maintain (menjaga) adalah kompetisi. Harus ada pilihan bagi masyarakat pelanggan, harus ada pilihan produk maupun pilihan harga,” ucap Rudi.

Menyambut era 4G LTE, wacana menaikkan harga pun kembali dimunculkan, antara lain oleh operator seluler Indosat. Presiden Direktur dan CEO Indosat Alexander Rusli mengimbau operator-operator seluler lain agar mengusahakan kenaikan harga. Hal ini disebutnya memerlukan pengertian bersama karena menyangkut kepentingan industri secara keseluruhan.

Ia pun meminta Pemerintah menetapkan floor price atau harga minimum. Indosat sendiri menurut Alex telah mulai menerapkan kenaikan harga data di kuartal kedua dan ketiga tahun ini.

Dia mengatakan ada banyak cara yang bisa dipakai untuk menjustifikasi naiknya harga, misalnya saja peningkatan kualitas layanan atau penawaran konten. Alex mengaku telah mendiskusikan rencana kenaikan tarif ini dengan Rudiantara. Menurut dia, Menkominfo telah memberikan lampu hijau atas rencana kenaikan tarif tersebut.